Kekuatan Pikiran

Kekuatan Pikiran : Hubungan Pikiran Dengan Tubuh

Apa perbedaan dari pengobatan cara Alophatik (suatu cara pengobatan yang bertujuan membunuh penyakit dengan menggunakan obat-obatan atau operasi) Barat dengan seluruh pengobatan cara tradisional yang ada memiliki dua konsep utama yaitu pemisahan pikiran (jiwa) dan jasmani serta pemikiran bahwa alam dapat menjelaskan secara materialistis. Dengan kata lain, setiap penyembuhan cara tradisonal ditengarai tidak akan lepas dari hubungan antara jiwa dan soma (minuman ekstrak tanaman – jenisnya masih dalam perdebatan – yang digunakan oleh leluhur bangsa India sebagai persembahan kepada dewa dan juga semacam minuman keabadian dalam ritual pengikut Vedic) . “Penyakit “ tidak terbatas pada tubuh fisik saja ; namun pikiran dan emosi juga merupakan beberapa faktor penyebab. Penyembuhan seharusnya ditujukan pada elemn-elemen ini. Sembuh dari sakit bukan hanya hal membenahi tubuh fisik.

Pikiran adalah getaran kuat yang dapat membuat badan kita sehat atau sakit. Pikiran negatif dapat menyebabkan kita sakit dan terus membuat sakit. Sedangkan pikiran positif dapat menyembuhkan dan merubah kehidupan kita. Konsep-konsep ini datangnya bukan dari dunia metode sains yang melenceng. Namun berdasarkan fakta, terdapat sebuah badan riset ilmu pengetahuan yang sangat hebat untuk mendukung prinsip-prinsip ini.

Lebih dari 25 tahun, ilmuwan dari Laboratorium PEAR Universitas Princeton telah mendemontrasikan kekuatan hubungan antara keinginan manusia dengan perilaku mesin. Mereka menunjukkan bahwa individu yang tidak terlatih dapat mempengaruhi hasil akhir dari alat penghasil nomor acak pada mesin mekanik dan elektronik, hanya dengan mengarahkan pikiran pada nomor-nomor yang harus keluar. Efek-efek yang timbul tidak tergantung pada ruang dan waktu, dan dapat mencapai jarak ribuan mil jauhnya. Pemikiran ini telah berusia ratusan tahun dan telah mengakar diberbagai kebudayaan kuno di seluruh dunia.

Namun bagaimanapun juga , pengobatan alopathik Barat biasanya mengabaikan konsep-konsep tersebut. Kebanyakan para dokter tidak mempelajari lebih lanjut ilmu alam semasa pendidikan pasca sarjana ataupun sekolah medis lain.

Pengobatan Tiongkok kuno dan Ayurveda (pengobatan tradisional bangsa India) mengkaitkan hubungan antara gejala-gejala badaniah dan emosi. Dalam pengobatan Tiongkok, paru-paru merupakan gudang untuk kesedihan, hati untuk kemarahan, dan ginjal untuk ketakutan. Sedangkan dalam Ayurveda, vata doha menimbulkan radang sendi dan rasa khawatir, pitta menyebabkan bisul dan kemarahan. Dengan tetap mempertimbangkan susunan pemisahan antara elemen-elemen ini.

Pengobatan Farmasi
Sebelum datangnya kejayaan pengobatan farmasi, dengan meluasnya penawaran bagi kelemahan fisik kita, para dokter adalah pengobat yang sempurna. Voltaire (seorang penulis besar dari Perancis pada abad ke-17) menjelaskan peran kita adalah sebagai penghibur, untuk menjaga pasien tetap terhibur sehingga penyembuhan alaminya dapat bekerja. Sir William Osler, termasuk salah satu bapak penemu pengobatan alophatik Barat (sistem pengobatan yang membunuh penyakit dengan menggunakan obat-obatan seperti obat farmasi atau operasi yang dapat menimbulkan efek yang berlawanan terhadap penyembuhan penyakit), menekankan pentingnya untuk mengenal pasien yang menderita penyakit, daripada mengetahui jenis penyakit apa yang diderita pasien.

Namun, pengobatan alophatik Barat bukanlah bisnis penyembuhan. Dapat dikatakan, itu merupakan sebuah sistem perawatan penyakit. Dengan sifat alamiahnya, model penyembuhan alophatik Barat membuat orang sakit dan tetap sakit. Sesungguhnya pendekatan terhadap penyakit kronis tidak dapat menyembuhkan siapapun juga. Pengobatan farmasi hanyalah menahan gejala, mengganggu mekanis penyembuhan alami organisme manusia. Mereka yang ragu dan mereka yang mendukung paradigma biomedis kita yang berpengaruh, membuat obat-obat asing demi pergerakan dunia atau mungkin sebuah inisial diagnosa yang salah. Sesungguhnya, mereka mengabaikan mediator penyembuhan yang paling kuat: pikiran, keinginan dan kesadaran.

Seluruh konsep kuno ini, pernah hilang, namun kini mulai bangkit dengan munculnya pasien-pasien yang masih belum sembuh dan mencari-cari ilmuwan yang dapat menyembuhkan penyakit mereka. Para ilmuwan tersebut adalah ilmuwan farmasi, para imunologi dan toksinologi yang berpengalaman dalam melakukan penelitian dosis rendah untuk mendukung ketelitian fenomena homeophatik (Sebuah sistem praktek medis dalam merawat suatu penyakit, yang mengutamakan pemberian obat dalam dosis sangat rendah yang terdapat di dalam tubuh manusia sehat yang memperlihatkan gejala serupa dengan beberapa penyakit). Mereka adalah para ahli fisika dan insinyur. Mereka adalah psikoneuromonologi dan parapsikologi (suatu bidang ilmu yang mempelajari indera keenam manusia seperti telepati, clairvoyance dsb), yang percaya bahwa konsep pikiran mempengaruhi masalah dan pikiran mempengaruhi tubuh. Mereka adalah para dokter yang berpikir terbuka dan para peneliti lain yang meneliti kekuatan doa berefek pada fenomena penyembuhan.

Beberapa contoh bagaimana pikiran kita dapat mempengaruhi kesehatan kita termasuk berikut: berpikir positif mengurangi level gula darah pada diabetes, memperkecil serangan asma, mengurangi gejala radang usus besar dan memperbaiki fungsi immune terhadap virus HIV. Tidak hanya pikiran kita dapat mempengaruhi tubuh kita, namun juga pikiran kita dapat mempengaruhi lain-lain. Berbagai studi telah mendemonstrasikan kemanjuran klinis dari doa, khususnya efek positif dari doa kepada pasien dalam sebuah unit penyembuhan penyakit jantung koroner .
Sebagai tambahan pada konsep bawaan dasar yang berhubungan dengan tubuh dan pikiran, seperti yang disarankan baik oleh kebijakan kuno dan pengetahuan modern, merupakan keberadaan beberapa sumber yang tak terkatakan, energi, keterhubungan, yang mencakup semuanya dan mempengaruhi kita semua. Tradisi penyembuhan di seluruh dunia menggambarkan bahwa sumber ini sebagai sebuah saluran penyembuhan.

Menyembuhkan Tubuh Sendiri
Di saat kita merasa senang mengetahui kebijakan kuno ini, dan diberikan harapan bahwa hal yang saling mengimbangi dan obat-obatan alternatif mendukung ide pengobatan pikiran-tubuh, kita masih kehilangan mata rantai. Sampai kita dapat menyadari bahwa pikiran lebih kuat daripada molekul, daripada pengobatan farmasi, dan bahwa kita dapat mempergunakan konsep ini untuk benar-benar menyembuhkan tubuh kita sendiri, kita tidak menyadari potensi penuh bahwa kebohongan menyelubungi kita.

Pikiran dan perasaan mempengaruhi kita. Mereka dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita: kesehatan, hubungan interaksi, bahkan keuangan. Apa yang paling sering kita temukan dalam pekerjaan kita adalah dampak dari pikiran dan perasaan terhadap kesehatan. Pikiran negatif dan perasaan yang tidak terekspresi dapat menghambat energi, yang menjadi pusat bagi penyakit.
Kebudayaan kita tidak siap untuk mendukung hubungan yang berkaitan dengan emosi kita, terutama terhadap penilaian negatif. Banyak di antara kita yang menghabiskan hidup tanpa memahami bagaimana perasaan kita, membiarkan diri untuk dapat mengekspresikan perasaan kita. Malahan justru “menyembuhkan” diri kita sendiri dengan segala aktifitas yang menghindari perasaan menjadi tidak nyaman. Kecanduan kerja, makanan, alcohol, kecanduan olahraga, ketergantungan obat-obatan dan berinteraksi dengan orang lain adalah cara kita untuk menghindar memahami perasaan dan diri pribadi kita.

Pikiran adalah normal dan alami. Kemarahan, kesedihan, rasa takut, atau apapun yang Anda rasakan, adalah hal yang sepenuhnya normal dan alami. Hal-hal itulah yang kita lakukan dalam merespon perasaan alami yang telah ditetapkan untuk kita daripada menjadi bom waktu dalam tubuh. Menyimpan perasaan yang tidak nyaman di dalam hati dapat membuat kita sakit.

Saat kita mempelajari untuk merasakan perasaan kita, dan “membiarkan” mereka, daripada menyimpan mereka di tubuh kita, kita dapat merasakan kekuatan bawaan dasar yang luar biasa yang dipunyai setiap orang. Berikut ini tips sederhana yang dapat membantu Anda untuk berhubungan dengan segala perasaan dan mengubah pikiran-pikiran negatif serta perasaan tidak nyaman.

Ambilah sebuah buku catatan yang dapat dijadikan sebagai buku harian. Ini dapat membantu jika Anda dapat menjalankannya setiap hari dan memulai hari Anda dengannya. Jika schedule Anda tidak memungkinkan, dapat dikerjakan bila ada waktu. Anda akan segera kehilangan kesempatan ini jika tidak Anda lakukan. Namun apabila Anda dapat meluangkan waktu Anda mengerjakannya, Anda akan menemukan sebuah sumber ketenangan pada saat timbul situasi yang bisa membuat perasaan menjadi tidak nyaman.

1) Aliran Teknik Kesadaran : Tuangkan seluruh pikiran dan perasaan Anda dalan tulisan, termasuk juga ketakutan, benci dendam dan kegelisahan. Apabila anda tidak yakin, maka tulislah itu. Bahkan dalam keadaan di mana Anda tidak ingin menulis, juga tulislah hal itu ! Apapun yang terjadi tetaplah berada “di dalam momen”. Jangan menyensor ataupun menghakimi apa yang Anda tulis. Bawa perasaan Anda sampai pada batas. Seperti, jika Anda khawatir akan masalah keuangan, tulislah mengapa, apa yang akan terjadi – juga ketakutan Anda yang paling dalam. Apabila Anda sedang mengalami masa-masa sulit bersama pasangan Anda, sahabat dekat ataupun rekan kerja, tulislah hal ini. Selama Anda melakukan cara ini, pikiran Anda akan secara alamiah merespon dengan merenungkannya. Perasaan yang sulit akan berubah menjadi respon positif. Tulislah juga. Namun apabila berbagai perasaan muncul, lanjutkan cara ini sampai Anda sudah tidak dapat menulisnya lagi.

2) Respon menulis menggunakan tangan yang tidak dominan : Setelah Anda mengeluarkan uneg-uneg Anda dalam tulisan, menulislah dengan menggunakan yang tidak dominant misalnya jika Anda biasanya menulis menggunakan tangan kanan, maka gunakanlah tangan kiri begitu juga sebaliknya. Usahakan jangan menyensor apapun, Anda tidak perlu khawatir terhadap bagaimana bentuk tulisan Anda. Biarkan tangan Anda menulis apapun yang ada dalam benak Anda. Lalu lihatlah hasilnya nanti – mungkin Anda akan terkejut !

(Sumber : http://www.theepochtimes.com)

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Kekuatan Pikiran

  1. Assalamu alaikum Master Heru, bolehkan saya coba tehnik yang Master tuangkan dibagian terakhir artikel ini. Dan saya mhn bimbingannya.

  2. Wahyu taqwa says:

    Wa’alaikum salam Wr Wb
    mangga gan hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s