Kekuatan dan Kesempurnaan Al Fatihah

Kekuatan dan Kesempurnaan Al Fatihah

Surah Al Fatihah “Sang Ibunda Al Qur’an” yang merupakan intisari Al Qur’an Al Karim. Al Fatihah artinya adalah pembuka yang sempurna bagi segala macam keberhasilan dan kebaikan. Al Fatihah juga merupakan penyembuh dari hati dan pikiran yang tidak sehat. Al Fatihah adalah sebuah pedoman dasar bagi segala kecerdasan hati atau akhlak manusia. Disamping Al Fatihah sebagai pemelihara dari hati dan pikiran kita, Al Fatihah juga suatu bekal yang maha penting untuk menggapai cita – cita dan harapan.

1.Bismillahirrahmanirrahim.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.

Pembuka: mulailah atas nama Allah.
Prinsip ini akan menyadarkan diri untuk selalu bersikap rahman dan rahim kepada setiap
orang agar selalu memiliki prinsip memberi dan memulai Atas Nama Allah artinya adalah berupaya mencontohkan dan meneladani segala sifat – sifat Allah. Inilah dasar dari pembuka suara – suara hati yang akan membisiki anda, yang akan mengarahkan anda pada kebaikan dan keberhasilan. Anda akan memiliki kepercayaan diri yang sangat kuat karena anda akan bertindak atas nama Allah Yang Maha Mulia, bertindak sebagai wakil Allah yang dihormati.

2.Alhamdulillahirabbil ‘Alamin.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Memuji Allah: sumber kecerdasan emosi dan spiritual.
Anda akan selalu merasa dalam curahan rahmat Allah, pemilik alam semesta raya ini, anda akan merasa tenteram dan merasa terlindungi karena didasari oleh kepercayaan bahwa anda bekerja untuk mensejahteraan bumi milik Allah ini. Bersedia untuk menggunakan seluruh pontensi diri secara maksimal, dalam rangka menjalankan tugas sebagai Rahmatan lil ‘aalamin. Selalu menginggat semua sifat – sifat Allah sebagai landasan dari kecerdasan Emosi dan Spiritual.

3.Arrahmaanirrahim.
Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.

Bekal : sikap memberi
Untuk meraih suatu kepercayaan, harus didasari oleh sikap rahman dan rohim kepada orang lain. Tidak menrugikan orang lain dan selalu berusaha membantu dan menolong orang lain. Inilah dasar keberhasilan hubungan antar manusia yang menbawa kepada “ketangguhan sosial”

4.Maaliki Yumiddiin.
Pemilik/raja hari pembalasan.

Tujuan : visi
Selalu berorientasi pada masa depan, dan memiliki harapan yang jelas serta memiliki penrencanaan untuk setiap langkah yang akan akan dibuat sehingga anda akan memiliki suatu kesadaran penuh bahwa cara untuk menraih suatu keberhasilan tidajklah bisa ditempuh dengan cara – cara yang buruk, harus bertindak atas nama Allah, selalu memuji dan menginggat sifat – sifat Allah dan berbekal sikap rahman dan rahim.dalam mencapai suatu tujuan. Inilah jaminan masa depan dari Allah bagi orang – orang yang beriman dan bertakwa.

5.Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’iin.
Hanya kepada-MU kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Memelihara prinsip: Integritas.
Berprinsip tunggal hanya kepada Allah Yang Maha Esa. Bekerja secara sungguh-sungguh dan selalu bersikap jujur. Memiliki komitmen dan selalu konsisten dalam mencapai tujuan. Selalu merasa diri dilihat tuhan. Anda akan memiliki batasan atau standar kerja dan prestasi yang sangat tinggi, karena tuhan yang maha tinggiadalah teladan dan prinsip yang anda pegang. Siap menghadapi segala tantangan dan siap menghadapi segala kegagalan dan keberhasilan, bermental baja karena anda telah memiliki suatu “kemenangan pribadi” yang sangat kuat dan bersifat mandiri.

6.Ihdinash Shirathal Mustaqim.
Tunjuki kami ke jalan yang lurus.

Pedoman: aplikasi.
Inilah langkah penulisan naskah pikiran dalam alam nyata berupa suatu tindakan yang dilandasi pada format hati dan pikiran yang berbentuk pada ayat 1, 2, 3, 4 dan 5, yaitu
bertindak atas nama Allah, selalu bersikap rahman dan rahim, memiliki visi dan misi,
memiliki integritas tinggi, dan hanya berpegang kepada Allah Yang Esa. Maka sekarang
adalah suatu langkah pelaksanaan secara total dari suatu visi yang telah dilandasi oleh karakter yang kokoh dan prinsip yang teguh. Disinilah letak perjuangan yang sesungguhnya. Langkah islam yang dialpikasikan secara tolal.

7.Shiraathal Ladzina An’amta ‘Alaihim, Ghairil Maghuubi ‘Alaihim Waladh Dhaalim.
Jalan orang – orang yang Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai, bukan pula jalan yang sesat.

Penyempurnaan: asahlah gergaji.
Ditengah perjalanan itu teruslah asah hati anda, pikiran dan pelaksanaan anda secara terus – menerus, sehingga terbentuk suatu tingkatan baru yang lebih baik dan lebih sempurna. Anda diminta untuk mengevaluasi pikiran, hati dan poelaksanaan kerja anda agar tetap terus berada pada tangga yang benar dan lurus. Tanpa kenal putus asa, pada jalan Allah Yang sangat luas. Mencari ridha Allah.

8.Amiin
Kabulkanlah

Syukur: iklash
Tetaplah ikhlas untuk menerima segala hasil yang telah dicapai, apa pun hasilnya, terimalah dengan baik, karena semua dari Allah, apabila belum merasa puas, jangan langsung menyalahkan nasib, baca dan pelajari (iqra) pasti ada sesuatu hal yang masih kurang dan belum dilakukan. Ulangi lagi, seperti anda mengulangi bacaan Al Fatihah ini setiap hari. Semua ayat – ayat diatas harus dilihat dan dibaca kembali satu persatu jika semua langkah telah dilaksanakan. Ketika membaca surah Al Fatihah ini, jadikan setiap ayatnya sebagai alat untuk mengevaluasi diri.. disamping itu sikap iklash ini akan menyembuhkan anda dan penyakit psikologis yang disebut “perfectionist” yaitu keresahan dan kecemasan akibat dari belum tercapainya target yang telah diterapkan. Inilah prinsip yang jauh lebih hebat dari terus mnerus.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s