SEKILAS SEJARAH REIKI

SEKILAS SEJARAH REIKI

Seluruh sistem Reiki, baik secara langsung maupun tidak langsung, berasal dari Reiki tradisional Usui. Reiki Inti sendiri bila dirunut dari silsilahnya tetap berasal dari Reiki tradisional Usui.

Reiki sendiri berasal dari Jepang, terlepas dari anggapan orang yang menyatakan Reiki bukan berasal dari Jepang. Reiki ditemukan oleh Sensei Mikao Usui yang lahir pada tanggal 15 Agustus 1865 di district Yamagata. Pada masa kanak-kanaknya, Sensei Usui belajar Budhisme di sekolah dan di Kuil yang terletak di Gunung Kurama. Selain itu beliau juga belajar Chi Kung Jepang yang disebut Ki Ko serta teknik penyembuhan oriental lainnya. Disebutkan beliau merupakan pelajar yang cerdas dan rajin serta menjadi pengusaha yang sukses.

Sekitar tahun 1914 beliau bermeditasi di Gunung Kurama selama 21 hari. Selama waktu 21 hari tersebut energi Reiki memasuki cakra mahkotanya. Beliau menemukan kalau dirinya mendapatkan anugrah dalam penyembuhan dan mengetehui tidak seperti Chi Kungnya yang akan terkuras energinya, energi Reiki ini akan menyembuhkan tanpa mengurasnya.

Kemudian kemampuan ini diajarkan kepada muridnya melalui Reiju (teknik pendahulu attunement). Sensei Usui telah melatih 2000 orang murid pada level praktisi dan 16 orang hingga level Master. Beliau meninggal pada tanggal 9 Maret 1926.

Dr Chujiro Hayashi merupakan salah satu murid dari Sensei Usui, yang merupakan purnawirawan perwira angkatan laut Jepang. Kemudian Dr Hayashi membuka klinik Reiki. Disebutkan dari Dr Hayashilah munculnya 12 posisi tangan dan berubahnya teknik reiju menjadi attunement.

Salah satu murid Dr Hayashi yaitu Ny Hawayo Takata merupakan orang Jepang kelahiran Hawaii. Setelah disembuhkan melalui metode Reiki di klinik Dr Hayashi, Ny Takata tertarik untuk belajar Reiki. Ny Takata mendapatkan tingkat Master Pengajar pada tanggal 21 Februari 1938 dan merupakan Master ke 13 yang diinisiasi oleh Dr Hayashi. Ny Takata melatih 22 orang murid sampai tingkat Master Pengajar.

Reiki yang diajarkan oleh Ny Takata kehilangan praktek meditasi dan spiritualnya, tidak diketahui apakah Ny Takata tidak mendapatkannya dari Dr Hayashi atau Ny Takata sendiri yang sengaja tidak mengajarkannya karena mengganggap orang Barat tidak akan menerimanya. Karena adanya kekurangan ini, setelah kematian Ny Takata pada tahun 1980 banyak Master yang menambahkan teknik lain di luar Reiki ke dalam sistem, misalnya dari Chi Kung, teknik Tibet, Wicca dan lainnya. Sehingga kemudian muncul banyak aliran baru, seperti Raku Kai Reiki, Vajra Reiki, Essence Reiki, Karuna Reiki, Seichim Reiki, Tera Mai Reiki dan lainnya.

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s